Saat Memimpin Tim yang Sedang Berkembang Anda Perlu Bergeser ke Manajemen Tidak Langsung (Indirect)

Ketika Julie Zhuo pertama kali menjadi manajer, timnya terdiri dari segelintir desainer. Sepuluh tahun kemudian ukuran timnya bertambah empat kali lipat. Ternyata, memimpin tim kecil sangat berbeda dari memimpin tim besar.

Misalnya, jika Anda hanya mengelola segelintir orang, hubungan kerja Anda mungkin akan lebih bersifat pribadi. Dengan tim sekecil itu, Anda dapat memahami secara khusus pekerjaan setiap orang dan memahami apa yang menjadi perhatian masing-masing individu. Anda mungkin mengetahui kekuatan setiap anggota dan bahkan apa yang ingin mereka lakukan di waktu luang.

Tetapi ketika tim Anda membengkak menjadi 30 orang, Anda tidak akan bisa mengelolanya secara langsung. Jika Anda menjadwalkan 30 menit untuk berbicara secara langsung dengan setiap orang, Anda akan menghabiskan waktu sekitar setengah minggu!

Tidak dapat dihindari, ketika tim Anda tumbuh melampaui titik tertentu, Anda harus merekrut manajer / supervisor lain untuk bekerja di bawah Anda. Sehingga Anda dapat mendelegasikan semua percakapan satu-persatu itu. Dengan kata lain, Anda sekarang mengelola sebagian besar tim Anda secara tidak langsung.

Namun, manajemen tidak langsung memiliki tantangan tersendiri. Sebagai manajer tim besar, Anda masih akan bertanggung jawab atas pekerjaan tim Anda. Tetapi bedanya, Anda tidak akan banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Kehilangan kendali ini awalnya akan terasa mengganggu. Anda perlu waktu untuk menemukan titik yang nyaman antara terlalu terlibat dalam penyelesaian masalah dan melangkah mundur untuk mempercayai manajer / supervisor di bawah Anda untuk menanganinya.

Masalah lain yang mungkin muncul adalah anggota tim Anda mulai berperilaku berbeda di sekitar Anda.

Misalnya, saat timnya bertambah besar Julie Zhuo menemukan bahwa orang-orang yang ia kelola secara tidak langsung kurang mau menentang pendapatnya atau memberi tahu dia ketika mereka tidak senang dengan sesuatu. Ketika Ia bertanya kepada salah satu supervisornya mengapa ini terjadi, Ia menjelaskan bahwa mereka merasa begitu karena senioritas.

Dengan demikian, penting bagi manajer tim besar untuk mengingat bahwa tidak peduli seberapa ramah mereka anggota tetap akan berperilaku berbeda. Posisi otoritas mereka, ditambah dengan jarak mereka dari anggota tim, dapat menciptakan kesan bahwa manager adalah orang yang tidak dapat didekati. Untuk mengatasi hal ini, para manajer harus menekankan bahwa mereka menerima pendapat yang berbeda, dan memberikan poin penghargaan kepada orang-orang yang menyatakan perbedaan pendapat.

For More Article
Download Online Learning Apps
Klik Di sini > Mindset Mobile Apps

Training Leadership Motivasi Presentasi Komunikasi Sales Teambuilding Terbaik Bekasi, Cikarang, Cibitung, Karawang, Purwakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *