9 Tips Menjadi Intentional Leaders

Anda tidak bisa berharap orang akan melihat diri Anda sebagai seorang pemimpin hanya karena jabatan atau title di kartu nama Anda. Anda harus secara sungguh-sungguh, secara sengaja membangun rasa percaya dan respek orang-orang di tim Anda. Anda harus melakukan tindakan tertentu agar orang lain mau mengikuti visi dan arahan Anda.

 

Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

1. Komunikasikan misi Anda

Setiap kali ada kesempatan cobalah untuk menyampaikan visi dan value perusahaan Anda. Review nilai-nilai utama dalam meeting staf. Ingatkan tim Anda mengapa mereka mau bekerja dengan Anda. Buat karyawan memahami dan punya alasan yang kuat sehingga perlu datang ke kantor dengan semangat. Tentunya selain gaji sebagai faktor motivasi.

2. Ciptakan budaya kerja yang mendukung

Bagaimana reputasi perusahaan / tim Anda? Apakah orang mengenalnya sebagai tempat bekerja yang menyenangkan? Atau terkenal karena gaya kepemimpinan yang ditakuti? Kita perlu menyadari budaya kerja di tim kita. Apa pendapat karyawan tentang ti mini. Apa yang mereka suka dan tidak suka tentang cara kita memimpin, atau budaya dan lingkungan kerja secara umum. Ini jadi semakin penting ketika tim kita mulai berkembang dan kita tidak bisa lagi berkomunikasi dengan semua anggota tim satu per satu.

3. Beri Masukan yang Membangun

Ketika memberi masukan pastikan Anda sedang membantu orang tersebut, tidak hanya membuatnya terluka.

  • Beri / Tunjukkan cara untuk memperbaiki perilaku yang kurang tepat
  • Beri apresiasi untuk kerja keras
  • Ucapkan terima kasih. Tulis surat / catatan berisi ungkapan terimakasih Anda.
  • Ajak mereka makan siang
  • Katakan “Kerjamu bagus!”

Di tengah kesibukan kerja, sebagai pemimpin kita seringkali melupakan hal-hal sederhana ini dan melewatkan peluang untuk benar-benar bisa connect dengan orang-orang di tim kita.

4. Ingat, mereka bekerja dengan Anda, bukan untuk Anda

Coba pikirkan. Kata “untuk” menunjukkan kepemilikan, seolah-olah mereka milik Anda. Kata “dengan” berarti tim. Anda tidak pernah menjadi pemilik orang-orang di tim. Kita perlu mengingat hal ini karena banyak orang terjebak dalam permainan siapa yang pegang kuasa dan kendali. Dampaknya tidak begitu bagus. Tetapi apabila Anda menunjukkan rasa penghargaan, respek, tidak peduli apakah dia seorang OB atau anggota tim yang lebih junior, Anda akan mendapatkan loyalitas mereka.

5. Ambil tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi

Mudah saja menjadi pemimpin ketika segala sesuatu berjalan dengan baik. Ujian sesungguhnya adalah ketika terjadi masalah dalam tim. Salah satu ciri pemimpin sejati adalah kesediaan untuk meminta maaf. Ketika Anda mengatakan “Mohon maaf, saya salah” dan kemudian menemukan cara untuk memperbaiki kesalahan, rekan dan anggota tim Anda akan sangat respek.

6. Keluar dari zona nyaman

Enam kata sederhana dapat menurunkan kredibilitas kepemimpinan Anda: “Kita tidak pernah melakukan ini sebelumnya.” Memangnya kalau belum pernah kenapa? Pemimpin hebat akan mencari ide-ide baru. Anda tidak akan mengalami kemajuan apabila tidak terus bergerak maju. Tantang diri Anda untuk terus maju selangkah demi selangkah menuju level yang lebih tinggi – meskipun rasanya benar-benar tidak nyaman.

7. Aksi ketimbang reaksi

Berpikir dahulu sebelum bicara. Orang bijak mengatakan “Berpikir sebelum bertindak adalah kebijaksanaan. Tetapi bertindak sebelum berpikir adalah penyesalan”.

8. Fokus pada hal terpenting

Berhenti mencoba melakukan semua hal. Pilih hal-hal yang terpenting saja. Buat daftar hal-hal yang perlu dilakukan. Apa yang bisa didelegasikan delegasikan. Singkirkan hal-hal kurang penting dan tidak mengantarkan Anda pada sasaran yang dituju. Jangan biarkan hal-hal kecil mengganggu prioritas Anda.

9. Sadari pengaruh Anda

Anggota tim Anda dipengaruhi oleh emosi dan penampilan Anda. Jika Anda terus-terusan khawatir dan berbicara tentang target, target dan target, tim Anda juga akan khawatir dengan kepastian pekerjaan mereka. Jika Anda menunjukkan rasa percaya diri, tim Anda pun akan ikut percaya diri. Jika Anda cepat mengambil peluang, mereka akan merasa tepat berada di tim.

Kepemimpinan tidak terjadi begitu saja. Kepemimpinan dibangun hari demi hari ketika Anda secara sengaja mengambil langkah-langkah tertentu untuk mendorong Anda dan tim ke level berikutnya. Miliki sasaran yang jelas tentang bisnis Anda, terus bergerak menuju sasaran tersebut apapun yang terjadi, dan bawa serta tim Anda menuju ke sana. Dengan cara ini Anda menjadi intentional leaders.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *